RENUNGAN


TETAPLAH SETIA JANGAN TAWAR HATI

"Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati"
(2 Korintus 4:1)

       Saya pernah membaca sebuah kisah tentang seorang pendeta dari gerja kecil di pedesaan Skotlandia. Ia telah dipaksa keluar oleh para penatua di gerejanya karena dianggap tidak menghasilkan buah dari pelayanannya. Desa tempat pendeta itu melayani merupakan tempat yang sulit. Penduduk desa itu bersikap dingin dan memusuhi kebenaran. Selama pelayanan sang pendeta di desa tersebut, tidak terjadi pertobatan maupun baptisan. Namun, pendeta itu mengingat kembali satu respon positif terhadap khotbahnya.

       Suatu ketika piring persembahan diedarkan dalam kebaktian, dan seorang anak laki-laki meletakkan piring itu di lantai, lalu berdiri diatasnya. Saat diminta menjelaskan mengapa ia melakukan itu, anak itu menjawab bahwa ia berbuat demikian karena sangat tersentuh oleh kehidupan sang pendeta. Dan karena ia tak punya uang untuk dipersembahkan, ia ingin memberi diri sepenuhnya bagi Allah.

       Anak kecil yang berdiri di atas piring persembahan itu adalah Bobby Moffat, orang pada tahun 1817 menjadi pelopor utusan injil Afrika Selatan. Ia dipakai Allah secara luar biasa untuk menjamah kehidupan banyak orang. Padahal semua ini dimulai dari gereja kecil tersebut dan kesetiaan pelayanan pendeta yang tidak dihargai itu.

       Mungkin anda tidak melihat buah pekerjaan anda bagi Tuhan. Namun, tetaplah setia! Jangan menjadi tawar hati. Sebaliknya, mintalah supaya Allah menguatkan anda dengan kuasa-Nya (2 Korintus 4:1,7) . Dia akan memberikan tuaian sesuai dengan waktu dan jalan-Nya jika anda tidak berputus asa (Galatia 6:9).


"TUAIAN YANG MELIMPAH MEMBUTUHKAN PELAYANAN YANG SETIA"




TERLAMBAT

"Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu hari maupun saatnya"
(Matius 25:13)

       Suatu kali, Washington Post mengingatkan tentang insiden tragis yang dialami kapal Titanic. Di ruang kendali, petugas sedang sibuk menjalankan tugasnya. Telepon berdering. Satu menit berlalu. Pada menit kedua, si petugas tak mau diganggu karena terlalu sibuk. Menit ketiga pun berlalu sangat cepat. Setelah si petugas selesai dengan tugasnya, barulah ia mengangkat telepon yang pesannya berbunyi, "ini tempat pengintaian pada haluan kapal. Gunung es persis di depan! Putar haluan!" Dengan cepat si petugas ke ruang kendali, tetapi terlambat! "Kebanggaan segala lautan" itu menabrak gunung es dan menewaskan 1.600 jiwa.

       Andai si petugas menanggapi telepon itu, mungkin film Titanic tak perlu dibuat. Tiga kesempatan dilewatkan dan ketika hendak menanggapi panggilan itu, ia sudah terlambat! Hal yang sama kerap dilakukan banyak anak Tuhan saat mendengar suara-Nya. Kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mendengar jelas apa yang menjadi peringatan dan kehendak Tuhan, tetapi kerap kali kita meremehkan semuanya itu.

       Bila kesempatan itu ternyata merupakan yang terakhir, maka jika kita tidak serius menanggapinya, bisa-bisa kita pun akan "tenggelam". Firman Allah mengingatkan kita agar selalu berjaga-jaga. Jika tidak demikian, bisa-bisa kita mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan -- kesempatan untuk bertobat, untuk melakukan kehendak-Nya, untuk melayani-Nya, atau yang lain. Perbedaan nyata antara lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana dalam bacaan kita adalah bahwa bijaksana selalu berjaga-jaga, sementara bodoh terlambat menjaga minyaknya. Jangan terlambat !

SAAT KITA MELEWATKAN KESEMPATAN DARI ALLAH
BERARTI ADA KEMUNGKINAN BAGI KITA UNTUK TERLAMBAT
TUHAN YESUS MEMBERKATI





MENJADI MURID KRISTUS

"Barang siapa tidak memikul salibnya, dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku"
(Lukas 14:27)

         Banyak orang yang "gila" sepakbola memutuskan untuk menjadi anggota fans club sebuah tim sepakbola. Biasanya mereka akan selalu menonton tatkala tim yang didukungnya berlaga, entah langsung pergi ke stadion ataupun melalui layar kaca. Yang menraiknya, biasanya mereka juga suka memakai atribut tim kebanggaanya tersebut: mulai dari kaos, selendang, sampai rela mengecat wajahnnya dengan warna yang identik dengan tim kesayangannya. Mereka bisa berpesta tatkala timnya menang, juga sedih tatkala timnnya kalah. Namun, itu hanya terjadi selama beberapa saat.
         George Barna, seorang peniliti kristiani, menulis dalam bukunya Menumbuhkan Murid-Murid Sejati, bahwa banyak orang kristiani yang suka menjadi suporter Kristus, tetapi tidak menjadi murid Kristus. Banyak orang tertarik pada kekristenan, tetapi tidak sungguh-sungguh berkkomitmen kepada Kristus. Dalam bacaan kali ini, Yesus memberikan beberapa syarat untuk menjadi murid-Nya. Dan, jika kita tidak dapat memenuhi syarat tersebut, kita tidak layak menjadi murid-Nya. Memang syarat yang disampaikan Tuhan lebih banyak berupa kiasan dan tidak dapat diartikan secara harfiah. Namun, dari syarat-syarat tersebut kita mendapati bahwa Tuhan tidak ingin orang mengikut Dia hanya berdasarkan rasa tertarik. Orang itu harus berkomitmen dan mau membayar harga.
         Orang kristiani seperti apakah kita ? Suporter atau murid? Orang yang hanya senang memakai atribut kekristenan atau sungguh-sungguh memiliki komitmen dan berani membayar harga untuk mengikut kristus? Apabila hanya sebatas suporter, kita tidak layak menjadi murid-Nya 

JANGAN HANYA SENANG MEMAKAI ATRIBUT KEKRISTENAN
JADILAH MURID YANG SEBENAR-BENARNYA




MUJIZAT PASTI TERJADI

"..Tidak ada yang Mustahil bagi orang yang percaya!"
(Markus 9:23)


        Pada saat Tuhan Yesus berada di bumi ia membuat mujizat. Ada banyak orang datang untuk dapat melihat mujizat yang Yesus lakukan. Selama 3,5 tahun pelayanan Yesus; telah terjadi kesembuhan demi kesembuhan. Seharusnya kita sebagai orang Kristen (Pengikut Yesus) mengalami mujizat di dalam kehidupan kita. Tuhan memilki rancangan yang indah dalam kehidupan seseorang yang mengasihi Dia. Seperti seorang arsitek yang sedang merancang sebuah mahakarya yang indah yang  tahu setiap detail dari rancangannya, demikian juga Tuhan kita. Dia tahu mengenai kehidupan kita, Dia tahu siapa kita, Dia tahu masalah kita, Dia tahu segala-galanya tantang kita.
        Hasil karya yang dihasilkan Tuhan akan begitu indah asal kita mau dibentuk oleh-Nya. Tetapi seringkali kita tidak mengerti saat kita sedang dibentuk oleh Tuhan. Pada saat masalah datang, kita menjadi panik bahkan menyalahkan Tuhan. Yesus tidak hanya berbicara tentang hal-hal yang kekal tetapi juga berbicara masalah kita. Bagaimana agar mujizat itu bisa terjadi di dalam hidup kita ?

   1.  Jangan membatasi kuasa Tuhan karena adanya masalah kita
Dimanapun, kapanpun, Tuhan dapat melakukan pelipatgandaan mujizat, hanya kita saja yang sering membatasi Tuhan dengan pertanyaan, ''Dapatkah Tuhan menolongku?", "Bagaimana jalan keluarnya?", dan lain sebagainya. Jangan membatasi kuasa dengan meragukan kuasa-Nya, percaya saja!

   2.  Jangan membatasi kuasa Tuhan karena adanya kebutuhan kita
Banyak orang kristen tidak mengalami mujizat karena membatasi Tuhan dan berkata "TIDAK MUNGKIN". Padahal Allah punya kemampuan yang tidak terbatas atau di luar pikiran kita. Tuhan yang menciptakan tubuh kita; mengetahui sepenuhnya apa yang dibutuhkan oleh tubuh jasmani kita; kesehatan; kekuatan; kesegaran; makanan; pakaian dan seterusnya. Dan Allah pasti akan mencukupi segala kebutuhan-kebutuhan kita tersebut; namun bukan menurut keinginan kita. Mujizat masih ada dan pasti terjadi di dalam hidup kita bila kita tidak membatasi kuasa Tuhan dengan keadaan dan kebutuhan. Langkah-langkah yang harus kita lakukan ialah : bersekutu dengan Tuhan, mengucap syukur, dan berbagi berkat Tuhan kepada orang lain.



Tuhan tahu apa yang Ia lakukan untuk kita.
Yang bisa kita perbuat adalah tetap percaya kepada-Nya;
maka mujizat-Nya pasti terjadi di dalam hidup kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar